Trip tp Jogja (part 2)

It’s already day two \^_^/

Hari kedua dimulai pada jam 9 pagi dengan makan ayam penyet / ayam geprak di daerah Demangan. Ayam yang digoreng crispy dan diulek dengan cabe, garam dan micin. hmmm mak nyosss *dancing*

ayam geprak

ayam geprak

Selesai makan, kita berangkat menuju ke tujuan berikutnya yaitu Goa Pindul yang ada di daerah Bejiharjo, Gunung Kidul. Karena belum tau jalan ke arah Gunung Kidul,  sepanjang jalan kita nanya sama orang, inget pepatah “malu bertanya, sesat di jalan” :P. Setelah perjalanan kurang lebih 1.5 jam ada banner menunjukkan Goa Pindul. Ternyata ada mas2 yang bisa nganterin kesana. Akhirnya kita dan satu pengendara mobil mengikuti jalan yang ditunjukin sama mas yang bawa motor. Dan jalan kita lewatin bener2 bagus sampai bolong2 dan banyak batu2 *tepokjidat*. Untungnya setelah perjalan setengah jam sampe juga di sekretariat Goa Pindul *lapkeringet*

di depan goa pindul

di depan goa pindul

Di sana, ada beberapa paket yang bisa kita ambil yaitu : Cave Tubing Pindul, River Tubing Sunyai Oya, Goa Gelatik, dan Off Road. Aku dan choo ngambil paket Cave Tubing Pindul Rp 30.000/orang dan River Tubing Sungai Oya Rp 45.000/orang. Habis itu kita bayar, titip barang ke penitipan, dan dikasih plastik buat naruh kamera. Tinggal nunggu dipanggil dan pake baju pelampung. Tiap rombongan dipandu oleh satu pemandu, dan mas pemandu ini sampai bawain ban kita berdua (makasih ya mas hehehe :D)

Jadi Cave Tubing Pindul ini adalah menyusuri Goa Pindul menggunakan ban. Nah, nanti pemandu akan menarik ban kita dan sambil menjelaskan tentang Goa Pindul ini. Jangan datang pada saat long weekend, karena akan sangat rame, sampai2 mau masuk juga harus antri x_x. Penyusuran Goa Pindul ini kira2 menghabiskan 45 menit, seru juga ternyata dan pasti bagian badan ke bawah basah 😛

di dalam goa pindul

di dalam goa pindul

Berikutnya adalah River Tubing Sungai Oya, yaitu menyusuri Sungai Oya menggunakan ban. Kalo di Goa Pindul ga panas, karena di dalam goa, tapi kalo ini panas banget karena di alam terbuka. Sampe kakiku jadi belang karena matahari T.T

sungai oya

sungai oya

Di sungai oya ini, ada sebuah jembatan setinggi 5 meter. Mas pemandu menawarkan mau nyoba loncat ga, aku dan choo mau nyoba :P. Pas mau loncat, takut banget kayak jantung uda ketinggalan di atas, akhirnya nekat juga loncat. Byurrr sampai di air, bagian bawah badan sakit banget, ternyata salah posisi nya waktu loncat, harus lurus kayak poncong, badan ga boleh miring -.-‘

loncat dr ketinggian 5 meter

loncat dr ketinggian 5 meter

Ga jauh dari jembatan ini ada air terjun kecil. Aku coba berdiri di bawah air terjun, ternyata bikin kepala jd pusing x_x. Dan teryata ada satu jembatan lagi yang tingginya 10 meter. Aku sih ga berani, tp choo nyobain. Pas ditanya gimana rasanya, kata choo jantungnya ketinggalan di atas, takut ya choo 😛

di bawah air terjun :P

di bawah air terjun 😛

Selesai menyusuri Sungai Oya, kita ganti baju dan mau ke pantai. Sepanjang jalan pun bertanya ke orang karena blm tau jalannya. Setelah perjalanan kira2 1 jam, sampai di deretan pantai2. Awalnya mau ke ngobaran, tapi kata2 orang disana masih jauh. Maka akhirnya kita memutuskan ke Pantai Drini.

rumput-rumput laut di antara karang-karang laut

rumput-rumput laut di antara karang-karang laut

air dan laut yang biru

air dan laut yang biru

Pantai Drini ini bagus banget, pasirnya putih, ada hijau2an dan pulaunya. Di sana pengunjung ga terlalu rame, jadi kita bisa foto2, maen air (dan pasir) sepuasnya, lihat sunset berdua *romantis* 😛

pose dulu depan pulau karang :P

pose dulu depan pulau karang 😛

karang dengan rumput laut dan langit yang biru

karang dengan rumput laut dan langit yang biru

pasirnya bagus :D

pasirnya bagus 😀

Habis liat sunset, trus kita mandi disana dan siap2 pulang karena uda jam 6, takutnya gelap sampai di Jogja. Dan benar perjalanan benar2 gelap dan sambil melewati jalan berkelok2 dan di tepi jurang x_x

sunset

sunset

Setelah 2jam lebih perjalanan sampai juga di kota Jogja. Malam ini, kita dinner dengan makan nasi Gudeg di Jalan Adi Sucipto, nama nya Gudeg Kayu. Nasi Gudeg ini dari dulu sampe skrg tetap enak *yummy*. Selesai makan kita pun pulang buat istirahat, biar bsk perjalanan bisa lanjut lagi.

Bersambung ke part berikutnya ya… 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s